oleh

Sukses Luncurkan Film ‘Terlambat,’ UMI Kembali Luncurkan Film ‘Harapan’

Makassar, Mercuriustopfm – Sukses dengan film ‘Terlambat’, kini Fakultas Teknologi Industri UMI, kembali meluncurkan film pendeknya berjudul ‘Harapan’.

Film pendek yang berdurasi tak kurang dari 13 menit tersebut menceritakan seorang mahasiswa yang berasal dari keluarga mampu yang merasa paling sok di Kampus, yang merasa dirinya paling hebat dan kaya, Belakangan ternyata orang tuanya jatuh miskin karena terlilit utang.

“Film ini menyisahkan soal memandang orang itu jangan dari sisi materi karena bisa jadi yang dipandang minim kehidupannya itu yang sukses ke depan,”ujar dekan FTI UMI Dr Zakir Zabara, Sabtu 11 Mei 2019

Pemutaran Perdana Film ‘Harapan’ Dirangkaikan Dengan Acara Buka Puasa Bersama

Pesan dari film tersebut menurut Zakir, adalah jika menjadi mahasiswa jangan sungkan membantu teman yang kesusahan, karena suatu saat ketika teman kita sukses, dia pasti menginggat kita.

“Soal persaudaraanan bahwa bagaimana ketika dia kuliah, bisa membantu orang sekecil apapun itu akan di ingat bahwa kau pernah membantu saya waktu kuliah itu sebenarnya inti dari film tersebut,” terangnya

Dia mengaku ide awal pembuatan film ini tidak terlalu rumit, berbekal kongko-kongko sama teman-teman kreator di warung kopi, tercetuslah ide untuk membuat film pendek tersebut

Pemutaran Perdana Film ‘Harapan’ Dirangkaikan Dengan Acara Buka Puasa Bersama

“Ide awalnya mengalir begitu saja, ketika kongko-kongko dengan teman konten kreator di warung kopi, lahirlah ide membuat film ini. Sebenarnya sutradara dari film ini si Tuming dan Adi, tapi mereka tidak mau namanya disebut,”cerita Zakir

Di ahir wawancara, Zakir membantah kalua dibuatnya film pendek ini karena ingin menggikuti sukses film pertama yang berjudul ‘Terlambat’ yang mana film tersebut tanpa di duga sudah di tonton hampir 10 juta orang di seluruh dunia.

“Dibuatnya film ini bukan karena suksesnya film pendek pertama, tapi memang ke depan harus begini modelnya di UMI. Bahwa untuk memperkenalkan suatu institusi lembaga atau bahkan produk, sudah harus bikin konten-konten kreatif dan kita harus belajar sama teman-teman yang pandai bikin konten kreatif seperti yang ada di Makassar, yang luar biasa hebatnya, saya belajar dari situ,”pungkasnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed