oleh

Fakultas HI dan Fisipol Unibos Gelar Seminar Pembangunan

Makassar, Mercuriustopfm – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Bosowa (Unibos) gelar Seminar Nasional, dengan tema Menyemai Inisiatif Pembangunan Lokal Berkelanjutan Melalui Kerja Sama Global Multi Pihak, Rabu (01/05/2019).

Seminar nasional yang menghadirkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. M Iqbal S Suhaeb, SE, MT sebagai pembicara kunci mewakili Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan ini diselenggarakan di ruang Lompo Kencana II, Hotel M Regency Makassar.

Seminar ini juga diisi oleh narasumber yang hadir antara lain Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) Kota Makassar, dr. Andi Hadijah Iriani, Andi Aumi Angreny Amin mewakili Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Arie Nauvel Iskandar selaku Direktur Corporate Affairs Mars Indonesia, serta Arief Wicaksono selaku akademisi Universitas Bosowa dan dipandu oleh Asy’ari dari Pusat Studi Desentralisasi dan Kerja Sama Global, Universitas Bosowa.

Dilaksanakan sebagai bentuk respon terhadap perkembangan desentralisasi pasca dua dekade reformasi yang membawa perubahan termasuk bagaimana pemerintah daerah sebagai pemegang kunci pembangunan nasional menjadi tujuan dilakukannya kegiatan ini. Hal tersebut dituturkan Ketua Prodi HI Unibos, Zulkhair Burhan, S,Ip.,MA.

“Dengan melibatkan berbagai pihak, harapan seminar nasional ini ialah untuk mempertemukan gagasan dan mendokumentasikan praktik pembangunan berkelanjutan sebagai salah satau tantangan pembangunan ke depannya. Termasuk dalam peran pemerintah daerah yang menjadi penting dalam era desentralisasi yang terus berkembang. Juga kemajuan teknologi dan pembangunan yang harus ditopang oleh pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. ”, tuturnya.

Potensi Daerah Sulawesi Selatan

Andi Aumi Angreny selaku Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan data menarik terkait bagaimana posisi dan kondisi ketimpangan yang terjadi di Sulawesi Selatan.

Perekonomian Sulawesi Selatan sangat terpusat di Kota Makassar dengan kontribusi 34,03% dari total PDRB Sulsel akantetapi tidak bisa menutup fakta bahwa adanya ketimpangan di Sulsel termasuk yang tertinggi dari Provinsi lainnya.

Menurut Aumi, diperlukan pemerataan kue ekonomi dan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dengan terus mengembangkan komoditas unggulan lainnya diluar dari komoditas nikel, perikanan dan kakao yang sudah menjadi tumpuan komoditas Sulawesi Selatan.

Kolaborasi Berkelanjutan

Gagasan tentang praktik pembangunan berkelanjutan ini direspon oleh MARS Indonesia, Sebagai salah satu pelaku indutsri berskala internasional, Arie Nauvel memaprkan bagaimana upaya pengembangan komoditas kakao yang dilakukan oleh MARS bersama pihak pemerintah daerah dan petani diharapkan bisa berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah.

Salah satu praktik yang dijalankan ialah dengan mengembangkan model kemitraan bersama-sama dengan petani di berbagai kabupaten seperti di Kabupaten Pangkep dan Luwu Utara. Pengembangan komoditas juga perlu mempertimbangan aspek pembangunan berkelanjutannya seperti bagaimana upaya untuk memastikan indutsri ramah lingkungan juga terus ditingkatkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed