oleh

Annas GS Karaeng Jalling, Dengan Kuda Menuju Parlemen

MERCURIUSTOPFM.com – Mengapa Rasullullah SAW, meminta ummatnya belajar menunggang kuda sejak kecil? Filosofi kuda, agaknya menginspirasi Annas GS Karaeng Jalling. Karaeng, sapaan karibnya, lahir di Jeneponto, 27 Desember 1958. Entah, apakah karena tempat kelahirannya identik dengan kuda yang membuat Annas GS terinspirasi oleh filosofi kuda, atau ingin mengamalkan seruan Rasulullah SAW itu.

Dengarlah apa kata Karaeng soal kuda: “Kuda itu hewan yang gesit, lincah dan tangguh. Ia mampu menjelajahi beragam medan dan segala iklim. Allah merancang tubuh kuda dengan kokoh, mampu berlari cepat dan tetap stabil walau sedang menopang beban berat, dan tak terjerembab, ” kisah Annas GS penuh semangat, di sebuah warkop di kawasan Boulevard, Makassar, Selasa (7/8/2018).

Bersama karakter kuda itu lah, Karaeng Jalling akan berjuang menggapai harap, melenggang menuju ke parlemen. Melalui daerah pemilihan 4 (Jeneponto, Bantaeng dan Selayar) dirinya didaulat oleh Partai Golkar Sulsel maccaleg di tingkat DPRD Sulsel pada 2019, dengan nomor urut 4.

“Nomor urut 4, Dapil 4, Partai Golkar juga nomor 4. Empat artinya ‘kursi’, he-he-he,” bibir lelaki “pencair suasana” ini menyunggingkan senyum.

Karaeng Jalling, Sang Penunggang Kuda dari Turatea. [Foto: Annas GS]
Pertanyaannya, lalu, apa yang membuat Annas GS berniat jadi wakil rakyat? “Sepuluh tahun lebih saya mengurusi wakil rakyat, sekarang giliran saya mengurusi rakyat,” jawabnya spontan. Nama Annas GS memang pernah tercatat sebagai Sekretaris KPU Sulsel, periode 2008 hingga 2018. Pengalamannya ini, ditambah dengan pengalaman lainnya menggeluti dunia birokrasi lebih dari dua dekade yang membuatnya yakin bakal memperjuangkan aspirasi rakyat di tiga daerah pemilihannya, yakni Jeneponto, Bantaeng dan Selayar.

Jika terpilih, kelak dirinya mengaku akan ‘mengurus’ ekonomi rakyat Jeneponto melalui peternakan kuda agar bernilai jual tinggi. Perkawinan silang antara kuda lokal dengan kuda impor, katanya, akan menjadikan harga jual kuda ternaknya 10  sampai 20 juta rupiah per ekor.

“Yang lain, menginisiasi agar poros Makassar-Jeneponto yang sering macet dapat teratasi. Pembangunan jalan tol Makassar-Jeneponto, solusinya. Demi efisiensi waktu, selama ini 3 – 4 jam,” tambah penggemar sepakbola ini.

Jeneponto, juga dikenal sebagai wilayah kering, sulit air bersih dan pengairan. Karenanya, dia mengaku akan berupaya mendorong pembangunan kembali bendungan Kelara-Karaloe melalui pemrov Sulsel yang baru. Bendungan Kelara-Karaloe, menurutnya, sudah dimulai pembangunannya sejak dua puluh tahun lalu tapi sampai sekarang belum rampung.

“Ya, doakan semoga saya terpilih. Konon, kuda dapat memberi efek bagus bagi kesehatan punggung penunggangnya,” Karaeng, lagi-lagi berfilosofi. Atau, itu memang makna sesungguhnya dari menunggang kuda….

Curriculum Vitae

Pendidikan:

Magister Manajemen, Unhas Makassar, 2003

Sarjana Pertanian, UMI Makassar, 1994

Sarjana Ekonomi, UMI Makassar, 1988

Teknik Benih (dip), IPB Bogor, 1982

Organisasi:

Ketua Gema MKGR Sulsel, 2007 – sekarang

Ketua Persatuan Soft Tenis Indonesia, 2016 – sekarang

Wakil Ketua PORDASI Sulsel, 2007 – sekarang

Wakil Ketua Pelti Sulsel, 2008  – sekarang

Ketua Assosiasi Peternak Kuda Sulsel, 2010 – sekarang

Ketua Laskar Pembela Turatea Makassar, 2007 – sekarang

Korwil IV Partai Golkar Sulsel, 2018 – sekarang

Karier PNS:

Sekretaris KPU Sulsel, 2008 – 2018

Wakil Kadis Perkebunan Prov. Sulsel, 2008

Kepala Biro Humas Prov. Sulsel, 2004 – 2008

Kepala TU Dinas Perkebenunan, 1998 – 2004

Kepala Brigade Proteksi Dinas Perkebunan, 1990-1998

Oleh: Iwan R Rachman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed