Di Bulan Mei, Inflasi Sulsel 0,37 Persen

0
18
Kepala Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan Nursam Salam saat menggelar pres rilis di Kantor BPS Sulsel, Jalan H. Bau, Makassar, Senin (4/6/2018)
Makassar, MERCURIUSTOPFM.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat hingga bulan Mei 2018, inflasi Sulsel menunjukkan 0,37 persen. Kota yang mengalami inflasi tertinggi didominasi Watampone dengan angka 0,74 persen.
Kepala BPS Sulsel Nursam Salam mengatakan, inflasi Sulsel ditenggarai naiknya harga pada enam kelompok pengeluaran. Diantaranya, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Kemudian bahan makanan, kesehatan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau.
Disamping itu juga terjadi di kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga serta kelompok perumahan seperti air, listrik, gas dan bahan bakar
“Berbeda dengan kelompok sandang yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0.18 persen,” kata Nursam saat menggelar pres rilis di Kantor BPS Sulsel, Jalan H. Bau, Makassar, Senin (4/6/2018).
Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2018 diantaranya, tarif angkutan udara, ikan, bandeng, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan cakalang, ikan layang, pepaya, pisang, tomat, sayur dan rokok kretek filter.
Sementara itu untuk kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan April mencapai 1.072 kunjungan. Jumlah wisatawan tersebut turun sebesar 2,46 persen jika dibandingkan dengan bulan Maret 2018 yang mencapai 1.099 kunjungan. Jika dibandingkan dengan April maka terjadi penurunan sebesar 9,08 persen.
Tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Sulawesi Selatan pada April 2018 mencapai rata-rata 52,10 persen atau naik 2,81 poin dibanding dengan Maret 2018yang mencapai 49,29 persen.
“Inflasi kita bulan Mei 2018, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,95 persen, kelompok bahan makanan 0,59 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,15 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,10 persen dan kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here