Permohonan DIAmi Diterima, Tak Ada “Kolom Kosong” di Pilwalkot Makassar

0
49
Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2018, menerima permohonan pasangan DIAmi. -Foto: Dok. Mercurius

RADIOMERCURIUS.com|”Menerima permohonan pemohon, menyatakan pemohon tidak melakukan pelanggaran pasal 71 ayat 3 Undang-undang nomor 10 tahun 2016,” demikian pernyataan Ketua Panwaslu Makassar, Nursari, SH, dalam sidang putusan Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahun 2018, di Makassar, Minggu siang ini, 13 Mei 2018.

Keputusan Panwaslu Makassar ini berarti, selain mengabulkan gugatan pasangan Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti majelis sidang juga menyatakan keputusan KPUD Kota Makassar yang membatalkan penetapan pasangan dengan tagline DIAmi ini sebagai pasangan calon peserta Pilwalkot Makassar 2018, dinyatakan batal demi hukum.

Dengan demikian, tak ada “kolom kosong” atau “kotak kosong” di masa pencoblosan Pemilukada Makassar, 27 Juni 2018.

Hasil pantauan RADIOMERCURIUS.com dalam sidang yang berlangsung di kantor Panwaslu Makassar, Jalan Anggrek, Makassar, pertimbangan sidang majelis yang mendasari permohonan Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari diterima, antara lain, mengingat Panwaslu memiliki otoritas dan wewenang menyelesaikan sengketa pemilihan.

Keputusan KPUD Makassar yang membatalkan pasangan “DIAmi” (Danny-Indira) sebagai pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar, menurut sidang majelis, adalah tindakan melawan hukum dan cacat formil.

“[Keputusan KPUD Makassar] itu tindakan melawan hukum, cacat formil,” tegas Nursari setelah sidang. [#]

Reporter: Rio Anthony||Editor: Hari Triadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here