Ngobrol Lama-lama di KOPIAlps, Ngopi Sambil Lihat-lihat Vintage

0
67
Maaf, kami hanya menerima siaran lewat gelombang MW dan SW [rio]

RADIOMERCURIUS.com|Tak banyak café yang mengusung tema vintage di Makassar. Hanya ada beberapa saja, salah-satunya KOPIAlps.

Penikmat kopi sekaligus pecinta barang-barang ‘jadul’, boleh lah sekali-kali jalan-jalan ke café ini.

KOPIAlps terletak di Jalan Dr Sam Ratulangi Makassar, tak jauh dari persimpangan Ratulangi-Landak-Kakak Tua. Mengusung tema vintage, café yang berdiri sejak 2017 ini memajang banyak benda-benda ‘zaman old’. Ini, yang membuat kita seperti berada di dua era sekaligus yang berbeda saat mulai memasuki ruangan demi ruangan. Berbeda zaman, kultur dan teknologinya.

Sambil ngopi-ngopi, para tetamu  dapat browsing melalui smartphone dan duduk di sisi gramophone. Alat pemutar musik yang tungkainya diputar dengan tangan jika akan dibunyikan ini, diletakkan persis di dekat sebuah kursi di sudut ruangan. Gramophone pertamakali dibuat pada 1887. Di Indonesia sendiri, mulai digunakan sekitar tahun 1920-an oleh bangsawan Belanda.

Selain gramophone ada juga radio ‘tempo doloe’ beragam model dan tahun produksi. Radio-radio yang hanya menerima siaran lewat gelombang MW dan SW  ini di pajang berjejer di satu sisi dinding café. Di antara radio-radio ini, terdapat sebuah radio-tape menggunakan kaset.

Sementara, di sisi dinding lainnya, terdapat kumpulan ‘artefak kuno’ yang hanya pernah dilihat sekaligus digunakan oleh Anda generasi baby boomers, lahir di 1960-an hingga 1970-an.

Setrika arang dan mesin ketik juga tak ketinggalan. Bahkan, koper pakaian terbuat dari besi yang lebih mirip tempat menyimpan peralatan pertukangan juga perform. Sementara proyektor untuk memutar film di bioskop misbar dan mesin jahit yang dikayuh dengan kaki dengan mudah memutar kembali memori masa lampau.

KOPIAlps, di Jalan Ratulangi, Makassar mengusung tema ‘vintage’. Sekumpulan benda-benda jadul yang dipajang di setiap sisi dindingnya dengan mudahnya menguak memori masa lampau para tetamu. Biar lebih berbeda dengan cafe kebanyakan di Makassar. [foto: rio]
Ada juga kamera analog SLR, yang musti pasang roll dulu sebelum digunakan. Modelnya pun tampak ‘unyu-unyu’, bergaya retro dan cukup unik. Ada merek Nikon seri F2, Canon seri Canonet,  dan Yashica Electro 35. Anda, yang lahir akhir 1970-an ke bawah, apa boleh buat, pasti tidak pernah menyentuhnya. Paling tidak, saat kamera-kamera itu sedang populer Anda baru saja terlahir ke dunia, dan masih dalam gendongan sang bunda.

 

Menurut Nasruddin, pemilik KOPIAlps, benda-benda jadul yang terpajang di café miliknya itu diproduksi dari tahun 1930-an hingga 1970-an. Ia juga mengisahkan, alasan memilih tema ini berkaitan dengan positioning dan jadi unsur pembeda dengan café kebanyakan di Makassar.

“Biar lebih punya ciri khas, saya kira belum banyak [café] di Makassar punya konsep seperti ini,” terang Nasruddin, di Makassar April  2018.

Tak hanya benda-benda pajangan itu yang menarik mata dan hati, KOPIAlts juga tetap memerhatikan aspek interiornya. Kursi-kursi dan meja minimalis yang diletakkan di dalam dan di luar ruangan utama ditata sedemikian rupa, dan sedikit saling berjauhan.

Konsul dapur yang berada di tengah-tengah ruangan dalam menjadi ‘center-point’. Pengunjung dapat melihat-lihat dengan mudahnya para bartender sedang meracik kopi pesanan.

Itu agaknya, yang membuat kita boleh ngopi-ngopi sambil mengobrol lama-lama di sana. [#]

Reporter: Hari Triadi||Editor: Iwan R Rachman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here