“Blues Sore-sore”, Cara Lain Nikmati Komposisi Blues

0
32

RADIOMERCURIUS.com|Satu lagu lawas blues kedengaran lama-lamat dari stereo set di belakang kemudi, Jumat, 29 Maret, pekan lalu. Judulnya, Frisco Blues milik seorang dedengkot musik blues John Lee Hooker dari album Don’t Look Back (1963). Komposisi blues ini sedang dinikmati Andri Mokodompit, saat sedang berkendara pulang dari kantornya. Ia seorang pria profesional di Makassar, berusia 40-an, penikmat berat lagu blues. Dirinya mengaku mengoleksi ratusan lagu blues yang tersimpan dalam bentuk file di flash disk dan CD. Sebagian ditaruhnya di rak dashboard mobilnya, termasuk Frisco Blues.

Tapi kali ini Andri mendengarkan lagu kesayangannya ini, bukan dari album koleksinya melainkan dari siaran radio. Ia baru saja meminta diputarkan melalui acara bernama “Blues Sore-sore”. Ini, sebuah program radio yang diudarakan secara langsung, yang memungkinkan pendengarnya dapat melakukan request pada saat itu juga.

Ya! “Blues Sore-sore”, mengudara sekali dalam sepekan melalui Radio Mercurius Makassar lewat frekuensi 104.3 FM. Acara diantarkan oleh Doni Dinar setiap Jumat, jam 05.00 sampai 07.00, sore hingga petang.

“Blues Sore-Sore” menampilkan 15 hingga 20 lagu hits blues, disertai informasi tentang sejarah dan perkembangan lagu-lagu blues, baik barat maupun Indonesia.

Mengapa lagu blues?

Doni Dinar, pembawa acara “Blues Sore-Sore” Radio Mercurius setiap hari Jumat, jam 05.00 – 07.00 sore hingga petang, lewwat frekuensi 104.3 FM [foto: yosi nr]
Musik blues yang kental dengan tradisi musik Afro-Amerika, menurut Doni Dinar memiliki pendengar dan penggemar yang cukup di Makassar meski tak sebanyak jenis musik lainnya. Blues, kata Doni lagi, cukup mudah dikenali lewat instrumen dan liriknya, yang seringkali menyuguhkan perulangan rhythm yang disebut dengan ‘groove’, dan menghibur.

 

“Musik blues juga sering dilebur dengan genre lain seperti jazz, rock dan R&B, ini bisa menarik pendengar jenis musik lainnya sebagai informasi,” tambah Doni, yang bergabung dengan radio Mercurius sejak 1989, di Makassar (02/04/2018).

Musik blues mulai dikenal sejak akhir abad 19 dan menjadi bagian dari sejarah perkembangan musik jazz. Wartawan dan penikmat jazz, Deded R Moerad dalam Sejarah Jazz Indonesia (1996) mengisahkan musik blues memiliki banyak sub-genre pada perkembangannya di kemudian hari. Mulai dari country blues, urban blues hingga electric blues.

The Rolling Stone dan Led Zeppelin, dua grup musik rock legenda pernah menulis lagu beraliran blues yang sukses menjadi lagu hits.

Penyanyi dan grup blues yang menjadi dedengkot blues seperti B.B. King, Robert Johnson, Muddy Waters, John Lee Hooker, Howlin’ Wolf dan lainnya mengantar blues melanglang jauh ke mana-mana, termasuk ke langit biru Radio Mercurius di Makassar, lewat “Blues Sore-sore”. [#]

Reporter: Alvin Anggara||Editor: Iwan R Rachman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here