9 Lagu Inspiratif Sepanjang Zaman Versi Radio Mercurius

0
67

RADIOMERCURIUS.com|Lagu tak hanya sekadar hiburan, tapi  juga jadi inspirasi dan motivasi sekaligus. Banyak sekali lagu yang liriknya, selain indah juga mengandung sumber inspirasi dan memberi semangat dalam meraih mimpi agar tetap optimis menjalani hidup. Kita, memang, kadang merasa gagal meraih impian dan itu membuat kita ingin menangis. Namun, hal terpenting dalam hidup adalah bangkit dan bangkit lagi dari keterpurukan.

Dalam melakoni hidup, seseorang memerlukan inspirasi dan motivasi. Dan lagu adalah salah satu sumbernya.

Berikut, sembilan  lagu sepanjang zaman versi Mercurius yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dan motivasi. Boleh juga sebagai teman berbagi!

1.Staiway to Heaven – Led Zeppelin

Stairway to Heaven, lagu rock klasik milik kelompok band Led Zeppelin dari Inggris Raya. Diciptakan gitaris Jimmy Page dan penyanyi Robert Plant pada 1971, makna Stairway to Heaven hingga kini masih dianggap penuh misteri. Bahkan sebagian orang berpendapat lirik lagu ini berkaitan dengan “kehadiran iblis”. Ini, karena pengakuan Robert Plan saat sedang menulis lirik lagu itu, yang seperti tengah dirasuki sesuatu yang tidak dipahami olehnya sendiri. Tapi, Led Zeppelin sudah membantah soal ini.

Usia Stairway To Heaven sudah genap 47 tahun, sejak mulai rilis 8 November 1971. Beberapa hal istimewa yang bisa dicatat pada lagu ini, cerita epik salah-satunya. Lagu ini dianggap sebagai sebuah karya sastra yang bercerita tentang kepahlawanan. Sebagian liriknya sendiri bertutur tentang seorang perempuan  yang berusaha mengumpulkan uang, sedikit demi sedikit demi bertahan hidup, yang ditafsirkan sebagai “tangga menuju surga”.

“There’s a lady who’s sure all that glitters is gold/And she’s buying a stairway to heaven.’ I just sat there and looked at the words and then I almost leapt out of my seat.”, begitu bunyi salah bait dalam liriknya.

  1. We are the Champions – Queen

Siapa yang tidak mengenal Queen? Lagu-lagu dari grup musik legendaris asal Inggris Raya ini tetap terdengar hingga hari ini. Salah satunya, We Are The Champions. Diperdengarkan dalam acara-acara bertema perlombaan terutama olahraga. Lagu ini ditulis oleh Freddie Mercury, vocalis utama, dan dirilis pada tahun 1977 dari album ‘News of The World’.

Lagu ini mengingatkan bahwa kita semua pernah memiliki hari yang buruk dan berbuat salah, tapi itu tidak lantas membuat kita patah semangat. Belajar dari kesalahan dan menjalani hari dengan penuh semangat akan menjadikan kita sebagai ‘pemenang’.

Tengok dan dengarkan lah salah-satu bait liriknya. Sangat inspiratif dan puitis, bukan?

And bad mistakes I’ve made a few I’ve had my share of sand kicked in my face – But I’ve come through”.

  1. Imagine – John Lennon

Apakah anda seorang pemimpi? Jangan ragu, anda tidak sendirian. John Lennon, pentolan kelompok band The Beatles, ialah juga seorang pemimpi yang jarang sekali tidur di malam hari alias sering begadang.

Tahun 1971, bersama Yoko Ono, yang kemudian menjadi isterinya, John Lennon menciptakan Imagine, lagu yang melambungkan mimpi-mimpinya. Mimpi tentang perdamaian dunia yang ketika itu banyak dilanda berbagai peperangan antar-bangsa.

Selain menyimpan mimpi dan pesan akan perdamaian, Imagine juga rupanya membawa pesan pluralisme. Makna pluralisme terlihat pada lirik “Nothing to kill or die for living in peace“;  “No need for greed or hunger“; “A brotherhood of man“; “Imagine all the people“; “Sharing all the world“; dan “And the world will be as one…”.

Tentang kebesaran lagu Imagine ini, mantan presiden AS Jimmy Carter mengatakan, “saya dan istri saya telah mengunjungi sekitar 125 negara, kita dapat mendengar lagu Imagine hampir sama seringnya dengan lagu kebangsaan!”.

  1. What a Wonderful World – Louis Armstrong

What a Wonderful World dinyanyikan oleh Louis Armstrong. Rilis pada 1967, empat tahun sebelum kematian Armstrong, diciptakan oleh Bob Thiele dan George David Weiss yang terinspirasi oleh sosok Louis Armstrong sendiri. Sebagai seorang kulit hitam, Armstrong menjadikan orang-orang dari berbagai ras bersatu menikmati lagu-lagunya dalam kondisi bangsa Amerika Serikat yang sering mengalami perlakuan rasis.

Lagu ini dinilai mampu mewakili harapan setiap orang, bersikap optimis untuk maju ke depan. Setiap harinya, kita seperti bayi yang baru dilahirkan ke dunia. Lagu ini juga memuat pesan agar fokus pada kebaikan dan keindahan dunia beserta isinya, yang penuh warna-warni. Kita patut berucap syukur atas kehadirannya.

  1. Don’t Worry Be Happy – Bobby McFerrin

Lagu yang cukup populer ini diciptakan pada tahun 1988 oleh Bobby McFerrin sendiri. Judul lagu ini diambil dari quote terkenal yang sering diucapkan oleh Meher Baba, seorang spiritualis Indian, kepada para pengikutnya. Seperti judulnya, lagu jazzy ini mengajak kita agar tidak bersedih dan khawatir ketika menghadapi masalah, tapi berbahagialah.

Seperti yang ditulisnya dalam lirik ini: “In every life we have some trouble. When you worry you make it double. Don’t worry, be happy,”. Maknanya, kira-kira setiap kita pasti memiliki masalah. Jika kita khawatir, justru akan membuat masalah terasa kian berat. Usah, kau ragu….

So, don’t worry be happy!

  1. Heal The World – Michael Jackson

Salah-satu lagu yang paling populer dari Michael Jackson. Heal The World termuat di album berjudul  “Dangerous”, rilis pada 1991. Michael Jackson, dalam sebuah wawancara mengaku paling bangga terhadap proses produksi lagu bertempo lambat dan agak orkestra ini. Suara anak-anak yang melatarinya, menguras emosi juga empati pendengarnya.

Heal The World mengantar pesan tentang kepedulian akan dunia yang lebih baik atas nama kemanusiaan. Beberapa tahun setelah lagu ini terkenal Michael Jackson mendirikan “Heal The World Foundation”, sebuah lembaga amal yang berjuang meningkatkan pemenuhan hak-hak anak dan mendapat sokongan penuh Unicef (organisasi PBB untuk Anak).

Michael Jackson lahir di Indiana, Amerika Serikat pada 29 Agustus 1958 dari keluarga musisi Jackson bersaudara. “The King of Pop”, julukannya, wafat pada Juni 2009 di Los Angeles, California.

  1. Ebony and Ivory – Paul Mc Cartney

Ebony and Ivory, diciptakan Paul Mc Cartney, pembetot gitar bas kelompok band asal Inggris, The Beatles, pada 1982. Dinyanyikan Mc Cartney duet dengan Stevie Wonder, lagu ini diputar oleh banyak stasiun radio dunia dan menempati posisi teratas berbagai tangga lagu.

Kata “Ebony” dan “Ivory” diibaratkan dua anak manusia yang berbeda warna kulitnya. Menurut sebuah referensi, keduanya bagai tuts-tuts piano yang berwarna hitam dan putih yang menghasilkan nada dan melodi yang harmonis. Dituangkan dalam bait-bait yang membawa pesan bahwa “berbeda itu indah”.

Lagunya memang enak dan penting untuk didengar, dan boleh jadi ia lagu favorit Anda!

  1. Andaikan Kau Datang – Koes Plus

Lagu Andaikan Kau Datang, tadinya dianggap berkisah tentang cinta berbalut asmara, namun lagu yang dipopulerkan Ruth Sahanaya pada 2000-an ini nyatanya punya makna yang lebih dalam.

Tonny Koeswoyo, sang pencipta, berkata lagu itu mengandung tamsil tentang keadaan saat nanti setelah ia meninggal dunia. Saat di mana, segala sesuatunya sudah tidak dapat diputar kembali.

Potongan lirik “setelah aku jauh berjalan, dan kau ku tinggalkan” menarasikan saat roh berpisah dengan jasad. Kata “kau” dalam refrain “andaikan kau datang kemari/kembali” dimaksudkan sebagai kata ganti malaikat yang menghampiri untuk bertanya kepada kita di alam kubur.

“Jawaban apa yang ‘kan kuberi” merujuk kepada ketakutan tentang jawaban apa yang tepat untuk merespons pertanyaan malaikat.

Yok Koeswoyo, seorang saudaranya, menyebutkan lagu ini diciptakan Tonny pada 1970, setelah ia belajar mengaji dan diterangkan tentang kehidupan setelah mati.

Koestono Koeswoyo, nama lengkap Tonny, meninggal dunia pada 1987 dalam usia 51 tahun.

  1. Ketika Tangan dan Kaki Berkata – Chrisye

Lirik ditulis oleh penyair Taufiq Ismail dan melodi digubah oleh Krismansyah Rahadi, populer dengan nama Chrisye (1949-2007). Dari tangan kedua seniman ini lah lahir lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata, 10 tahun sebelum kepergian sang penyanyi untuk selamanya.

“Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.”, salah-satu bunyi liriknya yang diambil dari sebuah firman Tuhan. Nukilan ayat suci ini mengingatkan setiap kita, saat mulut terkunci rapat dan tak dapat mengatakan apa-apa lagi. Hanya “kaki dan tangan”-lah yang akan menjawab semuanya, sesuai perlakuannya selama di dunia. [#]

Disadur dari berbagai sumber||Iwan R Rachman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here