SILARIANG: Tayang Perdana 18 Januari 2018

0
85
Prescon SILARIANG: Kisah Cinta Tak Direstui, Sabtu (13/1/2018) di Mall Ratu Indah Makassar, siang.

MERCURIUS TOP FM, Makassar — Satu lagi film layar lebar berlatar budaya Bugis Makassar hadir di perfilman tanah air. Begitu banyak nilai-nilai budaya Bugis yang menarik untuk diangkat ke layar lebar yang bisa ditunjukkan ke Masyarakat Indonesia, khususnya anak muda.

Dalam beberapa tahun belakangan, ada kegairahan untuk mengangkat isu-isu lokal. Bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta atau Jawa. Indonesia terbentang luas dari Sabang sampai Merauke.

“Sebagai putra daerah, tentu saja saya juga ingin mengangkat nilai-nilai budaya dari kampung halaman saya, Makassar. Dan saya percaya kearifan lokal bakal menjadi kekuatan baru di perfilman Indonesia,” ujar Ichwan Persada selaku Produser film ini.

Film yang berkisah tentang cinta dua insan yang tak direstui. Sebuah kisah cinta yang timeless dan selalu relevan untuk diangkat menjadi sebuah cerita menarik, terutama di kalangan anak muda. Begitulah film “SILARIANG: Cinta Yang [Tak] Direstui”. Dan Silariang sendiri merupakan sebuah isu yang tak lekang oleh jaman di kalangan Bugis Makassar.

Film “SILARIANG: Cinta Yang [Tak] Direstui” merupakan produksi perdana dari rumah produksi asal Makassar, Inipasti Communika bekerjasama dengan Indonesia Sinema Persada, dengan melibatkan sineas-sineas muda Indonesia hasil kolaborasi Makassar dan Jakarta. Sebut saja Wisnu Adi, sebagai sutradara. Kunun Nugroho sebagal co-sutradara, penulis skenario Oka Aurora, Luna Vidya sebagai pengarah peran dan banyak lagi.

Untuk karakter Zulaikha yang diperankan oleh Andania Suri juga ada treatment khusus karena perannya sebagai bangsawan Bugis.

“Dalam mendalami peran dan latihan dialek Makassar, saya butuh waktu 3 bulan. Awalnya sulit luar biasa karena belum terbiasa. Tapi beberapa waktu tinggal di sana, lama kelamaan jadi terbiasa. Bahkan, setelah syuting selesai pun masih terbawa Iogat makassarnya,” cerita Andania Suri, pemeran Zulaikha.

Sementara bagi Bisma sendiri, proses pendalaman karakter Yusuf yang ia perankan tidaklah terlalu sulit. “Menjadi Yusuf dalam Film ini proses pendalamannya cukup singkat, kok. Cukup dua minggu untuk observasi di Makassar dan proses reading di Jakarta. Justru, kondisi di lapangan saat syuting yang berat karena kondisi cuaca di Rammang Rammang yang drastis perubahannya sebentar hujan, sebentar panas sehingga membuat kondisi badan saya cukup kewalahan,” ungkap Bisma, buka rahasia.

Film “SILARIANG: Cinta Yang [Tak] Direstui” tak hanya berupa Film untuk bisa dinikmati oleh masyarakat pecinta film saja, tapi juga beberapa Intelectual Property Product yang tak kalah menariknya.

“Kami menerbitkan buku novel yang diterbitkan oleh Coconut Books/Melvana Publishing dan juga official merchandise menarik bekerjasama dengan Tees Indonesia” ujar Huri A. Hasan, selaku Eksekutif Produser dari Inipasti Communika.

Tak hanya itu, film “SILARIANG: Cinta Yang [Tak] Direstui” juga mengeluarkan original soundtrack dengan theme song berjudul ‘Meski Kau Tak Ingin’, yang dinyanyikan oleh Musikimia.

Antusisme dan dukungan menyambut hadirnya Film “SILARIANG: Cinta Yang [Tak] Direstui” tak hanya datang dari masyarakat Bugis Makassar dan para pecinta film, tapi juga datang dari beberapa tokoh masyarakat, seperti walikota Makassar, Bapak Danny Pomanto maupun Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Bapak Triawan Munaf serta Ibu Nurwasih Nur Aziz selaku Ketua Umum PP IWSS yang memuji hasil dari film tersebut.

“Film “SILARIANG: Cinta Yang [Tak] Direstui” diharapkan bisa memberi dukungan pada tumbuh kembang industri kreatif pada skala lokal dan juga diharapkan mampu mengajak sineas nasional lainnya untuk menelusuri budaya hingga lokasi-lokasi menarik lainnya yang tersebar di penjuru Sulawesi Selatan.

Dan dalam film “SILARIANG: Cinta Yang [Tak] Direstui” ini, kami sengaja menggunakan terjemahan bahasa Indonesia di sebagian adegannya demi memudahkan kisah yang sesungguhnya universal ini bisa diterima oleh segenap masyarakat Indonesia,” ujar Ichwan.

“Film ini memberikan nilai respect atas segala sesuatu. saat kita berani berjuang untuk sesuatu yang kita yakini, itulah kemenangan yang sejati. Nilai respect keluarga antara anak dan orangtua terkadang sudah mulai jauh dari kehidupan kita saat ini,” tutup Wisnu.

Film “SILARIANG: Cinta Yang [Tak] Direstui”sendiri  akan beredar di bioskop di seluruh Indonesia mulai 18 Januari 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here