Rumah Subsidi Pemerintah Masih di Buru Masyarakat

0
93
Ketua DPD Real Estate Indonesia Sulawesi Selatan, M Sadiq

MERCURIUSTOP FM, Makassar — Minat masyarakat untuk memiliki rumah subsidi begitu tinggi di Indonesia , termaksud di Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah berhasil membangun 14.323 unit rumah di tahun 2017, Real Estate Indonesia (REI) Sulsel kembali menyediakan 20.000 unit rumah subsidi lagi di tahun 2018.

“Tahun ini kita berhasil membangun 14.323 rumah, tahun depan lebih banyak lagi targetnya, jadi 20.000. Perumahan subsisidi, kami bangun di seluruh wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Ketua DPD Real Estate Indonesia Sulawesi Selatan, M Sadiq, Kamis (14/12/2017).

Banyaknya unit rumah yang disediakan tersebut, melihat antusiasnya warga di 24 Kabupaten/ Kota di Provinsi Sulawesi Selatan untuk memiliki rumah impian dengan Down Payment (DP) ringan dan harga terjangkau.

Namun di tahun depan, Pemerintah Indonesia yang telah memberlakukan kenaikan harga untuk pembelian rumah subsidi bagi masyarakat, menjadi tantangan tersendiri bagi REI Sulsel, dalam melakukan pembangunan rumah yang lebih berkualitas lagi.

“Pemerintah menetapkan 136 juta untuk tahun depan dari 129 juta, karena alasan inflasi dan lain-lain. Untuk itu sosialisasi ke masyarakat sudah kami tingkatkan, bawa tersedia rumah subsidi sebanyak 20.000 unit di Sulsel,” Kata Saddiq.

Meski begitu, M. Saddiq menolak menyebut gencarnya pembangunan rumah subsidi ini, melihat peluang bisnis di tahun 2018, yang merupakan tahun politik Pilkada Serentak.”Tidak berpengaruh itu, mau dibilang tahun politik Pilkada Serentak atau bagus juga Fengshui nya”.

Berhasilnya DPD Real Estate Indonesia Sulawesi Selatan dalam melakukan pembangunan rumah subsidi di tahun 2017 ini, juga diikuti oleh kesuksesan dari dua Bank yang menjadi parameter penjualan dari Organisasi para pengembang developer tersebut.

“Selain berhasil capai 14.323 rumah, bukti lainnya BNI dan BTN yang merupakan parameter kami menembus targetnya tahun ini. Mereka berhasil mencapai angka penjualan rumah subsidi hingga 2 Triliun lebih,” Ungkap M. Saddiq.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here